 |
Jendral Toto Karnavian, The Next KAOLRI |
Jambu.Com, Harapan Masyarakat Sulawesi Tenggara.
For Sulawesi Dari JAKARTA, Keputusan Presiden Jokowi alias Joko Widodo Memutuskan Memilih Jendral Tito Karnavian sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (KAPOLRI) banyak membuat orang tercengang,
Kini sorotan mata dan telinga dan pada media-media Indonesia bahkan dunia melihat ke sosok seorang Tito Pak Jendral yang muda yang kini mendapat kepercayaan untuk menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Harapan Kami beliau dapat amanah..
Banyak harapan dari tiap masyarakat Indonesia kini melekat dipundak beliau yang hal ini juga sekaligus menjadi PR buat Pak Jendral, soal Keamanan, soal Narkoba, Soal Korupsi, Terorisme dan teranyar soal Ancaman Eksistensi Negara dimana adanya issue berdirinya kembali paham-paham Komunis yang perlu beliau perlu sikapi dengan bijak karena hal ini mengancam keberlangsungan bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai ini
Meskipun Penunjukan itu datangnya dari seorang Presiden Jokowi namun dipundak beliau masyarakat Indonesia mengharapkan akan kepedulian beliau pada masyarakat Indonesia tanpa ada pembedaan-pembedaan pada seluruh lapisan masyarakat.
Sekedar diketahui oleh kita semua, Komisi III DPR RI menyetujui usulan Presiden Joko Widodo untuk mengangkat Komisaris Jenderal Tito Karnavian sebagai Kepala Kepolisian RI (Kapolri) yang baru, pada Kamis, 23 Juni tahan 2016 di Jakarta.
Tito, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di hadapan 28 anggota Komisi III DPR RI, pada hari Kamis tersebut.
DPR kemudian akan mengambil keputusan dalam rapat paripurna pada pekan depan.
"Tanggal 27 Juni, kita sidang paripurna, setelah itu diserahkan kepada Presiden," kata Ketua DPR RI Ade Komaruddin.
Ia menyebutkan waktu pelantikan Kapolri baru bisa dilakukan sebelum atau setelah Lebaran 2016 tergantung keputusan Presiden.
Jika terpilih, Tito akan menggantikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang memasuki masa pensiun di bulan Juli mendatang.
11 program prioritas Pak Jendral
Dalam pemaparannya di hadapan 23 anggota Komisi III DPR RI, Jendral Tito Karnavian menjelaskan visinya jika nanti dipilih menjadi Kapolri yaitu terwujudnya polri yang semakin profesional, modern dan terpercaya guna mendukung terciptanya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Dari visi tersebut diterjemahkan ke dalam 8 misi dan 11 program prioritas .
Beberapa di antaranya adalah reformasi internal kepolisian, memperbaiki pelayanan terhadap publik, meningkatkan profesionalisme di bidang hukum, pemberantasan korupsi di dalam internal kepolisian dan stabilitas kamtibmas yang mana hal ini banyak diharapkan
oleh masyarakat Indonesia.
Menurut Jendral 11 program prioritas itu akan diterapkan secara bertahap.
Tahap pertama dimulai sejak 100 hari pertama saat dilantik sebagai Kapolri, tahap kedua mulai dari November 2016 hingga Desember 2019 dan tahap ketiga dari Januari 2020 hingga Desember 2021," ujar mantan Kapolda Papua itu.
Lalu, bagaimana pendapat anggota DPR terkait pencalonan Tito?
Ketua Komisi 3, Bambang Soesatyo menyebut sejauh ini rekam jejak Tito cukup bersih.
"Tidak ada satu pun keluhan yang kami dengar mengenai Pak Tito dari masyarakat," kata Bambang.
Walaupun begitu, Tito, kata Bambang, tersandung isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terutama saat Tito terpilih menjadi Kepala Detasemen Khusus 88 tahun 2005 .
"Salah satunya ketika terjadi penggebrekan teroris Noordin M. Top di Solo. Saat itu ikut terdapat 4 orang yang tewas," ujarnya.
Dalam tes uji kepatutan dan kelayakan, Bambang juga akan menanyakan keterlibatan Tito dalam kasus PT Freeport. Sebab, saat transkrip pembicaraan kasus "Papa Minta Saham" terkuak, nama Tito ikut disebut di dalamnya.
Wallahu alam bissawab….
 |
Sukmiharto, SH saat sebelum Sidang Lapangan SK 137 Tahun 1980 bersama Brimobda Sultra |